Tim Juri Tetapkan Desa Napan Juara Pertama Festival Desa Binaan Bank NTT Tahun 2022

oleh

Tambolaka, obornusantara.com—Setelah melalui seleksi yang sangat ketat dengan melewati sejumlah tahapan dan kriteria yang ditetapkan oleh Juri festival Desa Binaan Bank NTT tahun 2022, akhirnya tim Juri menetapkan Desa Napan, Kecamatan Biboki Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai juara pertama dalam ajang festival Desa Binaan Bank NTT tahun 2022 Desa Binaan Bank NTT Cabang Kefamenanu (TTU).
Selain juara pertama, dalam Festival ini juga tim juri menetapkan 2 Desa lainnya sebagai juara kedua dan ketiga masing-masing, Desa Wologai Tengah binaan kantor Bank NTT Cabang Ende, dan juara tiga oleh Desa Ombarade binaan kantor Bank NTT Cabang Waitabula. Sementara juara favoritnya adalah Desa Tunbaun dari kantor cabang Oelamasi.
Persaingan 115 desa untuk merebut posisi puncak sebagai desa binaan terbaik dalam Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD tahun 2022, berakhir dengan ditetapkannya tiga desa terbaik sebagai juara dalam kegiatan ini, serta satu juara favorit dan Person In Charge (PIC) terbaik.
Ketua Dewan Juri, Prof. Dr. Intiyas Utami, SE, M.Si., Ak, CA, CMA, QIA CFra (Staff Khusus Gubernur NTT), Selasa (20/12) malam pada puncak perayaan HUT NTT ke-64, yang berlangsung di Lapangan Galatama, Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, mengumumkan nama para juara.
Dalam video short yang ditayangkan malam itu, Prof. Intiyas menyebut satu persatu juara festival, yakni Juara I oleh Desa Napan binaan Kantor Bank NTT Cabang Kefamenanu, juara dua Desa Wologai Tengah binaan kantor Bank NTT Cabang Ende, dan juara tiga oleh Desa Ombarade binaan kantor Bank NTT Cabang Waitabula. Sementara juara favoritnya adalah Desa Tunbaun dari kantor cabang Oelamasi.
Tak hanya itu, tahun ini, Bank NTT sebagai pemilik festival, memberi apresiasi kepada PIC terbaik yang sudah sukses mendampingi desa-desa yang menjuarai festival. Mereka diantaranya Berty I.F Nope dari kantor cabang Kefamenanu, Herly Suryani Hanin dari kantor cabang Ende serta Carla Pekujawang dari kantor cabang Waitabula.
“Penilaian dilakukan dengan melihat langsung potensi yang ada dimana juri melihat langsung potensi tersebut serta dampaknya pada pendapatan asli daerah. Dengan melihat indikator penilaian di bidang ekonomi, sosial, lingkngan, kelembagaan dan PAD dengan total indikator sebanyak 76 buah,”urai Prof. Intiyas.
Festival ini merupakan program Bank NTT yang bertujuan dalam pemberdayaan masyarakat dan kemandirian dalam sektor ekonomi dan keuangan yang berbasis pada potensi unggulan, yang dimiliki oleh sebuah desa dan dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri serta berprestasi.
Sebelumnya, pengumuman malam itu ditandai dengan handscan oleh Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat didampingi Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, Kapolda NTT Irjen Pol Johny Asadoma, Danlanud El Tari Kupang Aldrin Petrus Mongan, Bupati SBD, Kornelis Kodi Mete serta hampir seluruh kepala daerah se-NTT. Hadir juga para direksi Bank NTT yakni Direktur Dana, Johanis Landu Praing dan Direktur Kepatuhan, Christofel Adoe dan Komisaris yakni Komisaris Utama Juvenile Jodjana, dan dua komisaris independen lainnya masing-masing Samuel Djoh Despasianus dan Frans Gana.
Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho saat itu dalam pernyataannya menjelaskan bahwa tahun ini ada 115 desa yang menjadi peserta festival. Dan hari ini Bank NTT tidak saja mengajak warga untuk mengembangkan kapasitas usahanya melainkan berkontribusi bagi daerahnya. Gubernur NTT Viktor Laiskodat sebelumnya pun menegaskan “Bank NTT hari ini sudah bergerak jauh untuk menjadi sebuah lembaga jasa keuangan, industri keuangan, menjadi basis untuk menjadi pionir dalam pembangunan UMKM dan sebagai gubernur saya gembira sekali”.(himasbankntt#boy)