Cara Cerdas Mahasiswa KKNT-PPM Unwira Cegah Stunting

oleh

Kefamenanu, obornusantara.com-Persoalan besar yang sementara dihadapi oleh masyarakat NTT adalah stunting. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Provinsi Nusa Tenggara Timur menempati urutan pertama dalam kasus gizi Buruk (Stunting) di Indonesia pada tahun 2018.

Melihat pada kasus ini, Mahasiswa KKN UNWIRA yang sedang melakukan pengabdian masyrakat di Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara bekerja sama dengan petugas kelurahan dengan membagikan asupan tambahan berupa bubur kacang hijau susu dancow, gula merah, telur, dan juga buku posyandu kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan juga anak- anak yang berumur 1- 3 tahun.

Hal ini sejalan dengan program wajib yang diberikan oleh kampus saat pembekalan ke pada Mahasiswa/i yang akan melakukan Kuliah Kerja Nyata.

Pembagian asupan tambahan berupa bubur kacang hijau susu dancow, gula merah, telur, dan juga buku posyandu yang dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki gizi anak di wilayah Kelurahan Sasi.
Kegiatan ini dilakukan pada Rabu 09/09/2023 dan hari senin 14/09/2023 yang bertempat di dua Pos. Pos satu meliputi RT 32 RW 8 dan, Pos dua meliputi RT 7 RW 3.
Sebelum pembagian asupan tambahan berupa bubur kacang hijau, terlebih dahulu dilakukan penyuluhan tentang apa itu stunting, apa penyebab masalah stunting dan cara melakukan tindakan preventif untuk mencegah terjadinya stunting.
Kegiatan ini juga bersamaan dengan jadwal posyandu, setelah anak- anak diperiksa dan dimonitoring tumbuh kembangnya langsung dibagikan bubur kacang, susu dancow, telur, dan juga buku posyandu untuk dikonsumsi sebagai asupan tambahan untuk memperbaiki gizi.
Menurut data yang ada di kelurahan Sasi menunjukan bahwa pengidap stunting berjumlah 40 orang. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan orang tua terhadap pentingnya pemberian makanan bergizi bagi anak- anak. Selain itu juga akibat keterbatasan ekonomilah yang membuat mereka sulit mendapatkan makanan bergizi.
Kacang hijau,telur dan susu juga baik untuk mencukupi kekurangan gizi pada masa kehamilan dan pertumbuhan pada 1.000 hari pertama kehidupan.(wr/Aldo Fernando-Natacia)