Woman Support Woman, Srikandi PLN UID S2JB Buka Peluang Kemandirian bagi 25 Perempuan Disabilitas di Jambi

Jambi, Obornusantara.com – Sebanyak 25 perempuan penyandang disabilitas di Kota Jambi mendapat kesempatan mengasah keterampilan menganyam dan menjahit melalui Program Srikandi Movement 2026 “Woman Support Woman” yang digelar Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB). Program ini dirancang tidak hanya untuk memberikan keterampilan baru, tetapi juga membuka jalan menuju kegiatan produktif dan peluang ekonomi yang lebih mandiri untuk para perempuan dalam dalam kelompok rentan.

Mengusung tema “Woman Support Woman: Pemberdayaan Perempuan Disabilitas melalui Pelatihan Anyaman dan Menjahit”, kegiatan yang berlangsung di PLN UP3 Jambi tersebut diikuti 15 peserta pelatihan menganyam dan 10 peserta pelatihan menjahit.

General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan pemberdayaan yang inklusif perlu menghadirkan kesempatan agar setiap individu dapat mengenali potensi, mengembangkan keterampilan, dan memperoleh ruang untuk tumbuh.

“Setiap orang berhak memiliki kesempatan untuk berkarya dan berkembang. Melalui Woman Support Woman, kami ingin membuka ruang agar perempuan penyandang disabilitas memperoleh keterampilan yang bisa menjadi bekal untuk lebih percaya diri, produktif, dan secara bertahap membangun kemandirian ekonomi,” ujar Diksi.

Menurut Diksi, nilai utama program tersebut terletak pada keberlanjutan. Karena itu, dukungan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Srikandi PLN UID S2JB juga memberikan mesin jahit yang selanjutnya menjadi aset Yayasan Serampai Karya Lestari untuk mendukung pelatihan lanjutan dan proses produksi kerajinan.

“Pemberdayaan akan lebih berarti ketika manfaatnya terus bergerak setelah kegiatan selesai. Kami berharap keterampilan dan sarana yang diberikan dapat menjadi awal lahirnya lebih banyak karya, membuka peluang usaha, dan membentuk ekosistem yang saling menguatkan,” tambah Diksi.

Manager PLN UP3 Jambi, Burhanuddin Muflihul Hasan, mengatakan keterampilan praktis menjadi salah satu pintu untuk memperluas peluang perempuan penyandang disabilitas dalam mengembangkan potensi ekonomi.

“Harapan kami, pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari. Keterampilan yang diperoleh dapat terus diasah, dikembangkan menjadi produk, dan pada waktunya menjadi peluang usaha yang memberikan nilai tambah bagi para peserta,” ujar Burhanuddin.

Ketua Srikandi Gugus Tugas UID S2JB yang diwakili Yanet Rustam menjelaskan, semangat Woman Support Woman membawa pesan tentang perempuan yang saling memberikan ruang, berbagi pengetahuan, dan tumbuh bersama.

“Woman Support Woman bukan hanya tema. Ini adalah semangat untuk saling menguatkan dan membuka kesempatan. Kami berharap para peserta semakin percaya diri untuk menghasilkan karya dan melihat keterampilan yang dimiliki sebagai sebuah peluang,” kata Yanet.

Dukungan terhadap program tersebut turut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Kota Jambi, Dra. Hj. Noverintiwi Dewanti, yang hadir mewakili Ketua Dekranasda Kota Jambi.

Menurut Noverintiwi, kolaborasi dunia usaha, pemerintah, komunitas, dan lembaga sosial diperlukan agar perempuan penyandang disabilitas tidak hanya mendapat akses pelatihan, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan keterampilannya menjadi kegiatan produktif.

“Kami mengapresiasi kegiatan PLN yang memberikan ruang bagi perempuan penyandang disabilitas untuk belajar dan berkembang. Yang penting adalah bagaimana keterampilan tersebut dapat terus diasah sehingga nantinya memiliki nilai ekonomi,” ungkapnya.

Dalam pelatihan menganyam, peserta dikenalkan pada teknik dasar menganyam resam, pembuatan wadah sederhana, hingga proses penyelesaian produk. Sementara itu, peserta menjahit mempelajari pembuatan bagian dalam tas anyaman, pemasangan ornamen dan furing, hingga tahap akhir produk.

Ketua Yayasan Serampai Karya Lestari, Irma, mengatakan dukungan sarana dan pelatihan akan membantu proses pembinaan peserta berlangsung lebih berkelanjutan.

“Bantuan ini sangat berarti karena tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga kesempatan untuk terus berkarya. Kami akan memanfaatkan mesin jahit yang diberikan secara optimal untuk pelatihan lanjutan sekaligus pengembangan produksi para pengrajin,” ujar Irma.

Dewi, salah satu peserta, mengaku mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan tersebut.

“Saya senang bisa ikut kegiatan ini karena kami mendapat ilmu baru dan belajar membuat kerajinan bersama. Semoga keterampilan yang kami dapatkan bisa terus dikembangkan dan bermanfaat ke depannya,” kata Dewi.

Program Woman Support Woman turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 5 tentang Kesetaraan Gender, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Selanjutnya, PLN UID S2JB melalui Rumah BUMN Jambi berencana melaksanakan pelatihan lanjutan bagi peserta disabilitas bekerjasama dengan komunitas HWDI dan Gerkatin. Para peserta akan didampingi dalam membuat berbagai macam produk seperti tas, home decor, serta pernak pernik cincin dan gelang,

Melalui semangat “Berkarya Bersama, Tumbuh Bersama”, Srikandi PLN UID S2JB berharap keterampilan yang diperoleh menjadi langkah awal bagi perempuan penyandang disabilitas untuk semakin percaya diri, produktif, serta memiliki kesempatan lebih luas dalam membangun kemandirian secara berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *