Ogan Komering Ilir, obornusantara.com— Seperti diberitakan sebelumnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) OKI menggelar Musyawarah Cabang di Hotel Dinesti Kayuagung, Sabtu (18/4) kemarin, menghasilkan delapan bakal calon Ketua DPC OKI.
Adapun delapan nama tersebut yakni HM Djakfar Shodiq, Farid Hadi Sasongko, RA Ludfiatunnada Purwaningrum, Meri, Kenedy, Ayu Monaria, Harimandani, dan Suwarsono.
Komposisi kandidat kali ini menghadirkan dinamika tersendiri. Dua nama yang masuk dalam bursa merupakan pasangan suami istri, yakni Harimandani dan Ayu Monaria yang menuai sorotan publik.
Setelah ramai diberitakan berbagai media terkait bursa Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Harimandani akhirnya buka suara.
Harimandani menegaskan bahwa dirinya bersama istri Ayu Monaria tidak pernah mencalonkan diri secara pribadi.
Ia menyebut, kemunculan namanya merupakan hasil dorongan dari Pengurus Anak Cabang (PAC), khususnya dari Kecamatan Teluk Gelam, Pedamaran, dan Tanjung Lubuk.
“Kami tidak mencalonkan diri. Justru kami diusung oleh teman-teman PAC, khususnya dari Teluk Gelam, Pedamaran, dan Tanjung Lubuk. Ini adalah amanah yang kami terima,” ujar Harimandani, Minggu (19/4).
Ia juga menepis anggapan bahwa dirinya memiliki ambisi sejak awal untuk maju dalam bursa Ketua DPC.
“Kalau kami berambisi dari awal, tentu nama kami sudah masuk dalam lima usulan awal. Faktanya tidak demikian. Ini murni dorongan dari kader di bawah,” tegasnya.
Menurut Harimandani, penting untuk meluruskan informasi agar tidak menimbulkan persepsi keliru di publik maupun di internal partai.
“Jangan sampai ini dipahami sebagai keinginan pribadi. Ini adalah aspirasi kader yang muncul dari bawah,” tambahnya.
Di sisi lain, Harimandani menegaskan bahwa seluruh proses tetap berada dalam koridor mekanisme partai, dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sebagai pihak yang memiliki kewenangan akhir.
“DPP sudah memberikan ruang bahwa usulan dari PAC sah-sah saja. Namun kami tetap menghormati bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di DPP,” jelasnya.
Pernyataan tersebut pun dibenarkan oleh sejumlah PAC yang disebut mengusung Harimandani.
Perwakilan PAC Teluk Gelam dan Pedamaran menyebut dorongan tersebut lahir dari komunikasi dan kesepahaman kader.
“Kami melihat beliau punya kapasitas dan dekat dengan kader. Maka kami sepakat untuk mengusung,” katanya.
Sementara itu, hal senada juga diungkapkan perwakilan PAC Tanjung Lubuk yang menegaskan bahwa dukungan tersebut merupakan suara kader di tingkat bawah.
“Ini murni aspirasi kader. Jadi tidak tepat jika disebut sebagai ambisi pribadi,” tandasnya. (Red)







