Memberikan Kontribusi Ekonomi Sebesar USD 1,28 Miliar
BANGKOK – Visa Long-Term Resident (LTR) telah menarik 12.010 warga asing berpotensi tinggi ke Thailand dalam kurun waktu empat tahun, serta menghasilkan nilai ekonomi sekitar USD 1,28 miliar (THB 43 miliar), menurut Dewan Investasi (BOI).
Visa ini merupakan mekanisme kunci untuk menarik para eksekutif dan tenaga kerja berketerampilan tinggi bagi industri masa depan, sekaligus meningkatkan daya beli serta mendorong belanja domestik dan aktivitas ekonomi. Kini, sebuah sistem daring baru menghubungkan layanan dari empat instansi pemerintah dalam satu proses yang terintegrasi.
Diluncurkan pada September 2022 untuk menarik warga asing berpotensi tinggi agar tinggal dan menjalankan kegiatan ekonomi di Thailand, program visa LTR telah menghasilkan nilai ekonomi rata-rata lebih dari USD 107.000 (THB 3,6 juta) per penerima, berdasarkan data BOI.
Perhitungan tersebut mencakup biaya visa, belanja pemegang visa di Thailand, investasi langsung, dan pendapatan pajak dari para profesional berketerampilan tinggi.
Di tengah persaingan global yang semakin ketat dalam memperebutkan tenaga kerja berketerampilan tinggi, visa LTR menjadi mekanisme penting untuk mendatangkan talenta global ke Thailand.
Hal ini sangat relevan mengingat negara tersebut sedang bersiap menyambut gelombang baru investasi di industri berteknologi maju, termasuk semikonduktor dan elektronik canggih, teknologi digital dan AI, robotika humanoid, penerbangan, serta bioteknologi.
“Visa LTR merupakan pilar strategis untuk menarik talenta global seiring dengan masuknya gelombang baru investasi teknologi maju ke Thailand,” ujar Narit Therdsteerasukdi, Sekretaris Jenderal Dewan Investasi (BOI).
“Menarik para eksekutif papan atas dan spesialis teknis dari seluruh dunia sangatlah penting untuk memperkuat daya saing nasional serta memastikan terjadinya transfer teknologi dari mitra internasional,” imbuh dia.
Sebagian besar penerima visa LTR yang disetujui berasal dari negara-negara dengan ekonomi maju. Amerika Serikat mencatatkan jumlah terbanyak dengan lebih dari 2.400 persetujuan, diikuti oleh Jepang dengan lebih dari 1.300 persetujuan, dan Inggris dengan lebih dari 1.000 persetujuan.
Warga negara Jepang mencakup porsi signifikan dalam kategori tenaga ahli (spesialis), sejalan dengan kuatnya kehadiran Jepang dalam jaringan pasokan otomotif dan elektronik presisi di Thailand.
Sebanyak 12.010 penerima visa LTR yang disetujui tersebut terbagi ke dalam lima kategori: 1.779 Profesional Berkeahlian Tinggi; 1.043 Profesional yang Bekerja dari Thailand (untuk pemberi kerja di luar negeri); 737 Warga Global Berpenghasilan Tinggi (Wealthy Global Citizens); 4.561 Pensiunan Berpenghasilan Tinggi; serta 3.891 anggota keluarga (tanggungan) dari penerima visa dalam empat kategori pertama.
Di antara penerima visa dalam kategori Profesional Berkeahlian Tinggi dan Profesional yang Bekerja dari Thailand, 54% memegang jabatan tingkat eksekutif dan 36% merupakan profesional di berbagai bidang; sisanya berada pada tingkat teknis.
Pemohon di setiap kategori wajib memenuhi kriteria khusus—seperti persyaratan terkait aset, pendapatan, bukti investasi, pengalaman kerja, dan asuransi kesehatan—serta menjalani pemeriksaan ketat oleh instansi terkait.
Untuk menangani peningkatan volume permohonan dan mengatasi hambatan administratif yang telah lama terjadi, BOI meluncurkan portal pemrosesan digital terintegrasi pada bulan September 2026. Platform ini memusatkan prosedur peninjauan yang melibatkan empat lembaga negara utama: Departemen Urusan Konsuler, Biro Imigrasi, Departemen Ketenagakerjaan, dan Departemen Pendapatan (Revenue Department).
Sebagai pelengkap portal tersebut, Thailand Investment and Expat Services Center (TIESC)—sebuah pusat layanan terpadu—berlokasi di lantai 6 dan 7 kawasan Parade Zone di One Bangkok.
“Pusat layanan ini bertujuan untuk memperkuat daya saing Thailand dalam upaya berkelanjutan menarik talenta berpotensi tinggi dari seluruh dunia,” ujar Narit.
Selain menarik talenta asing melalui visa LTR, BOI juga memfasilitasi visa dan izin kerja bagi para eksekutif serta personel yang bekerja di perusahaan yang didukung oleh BOI melalui Visa BOI, serta menawarkan Smart Visa bagi perusahaan rintisan (startup).
BOI juga mendukung pengembangan keterampilan tenaga kerja Thailand melalui program Skill Bridge, serta membantu para pengusaha Thailand mengadopsi teknologi modern guna meningkatkan daya saing mereka melalui program Transformasi Bisnis.
Berbagai langkah ini saling melengkapi dalam upaya menarik tenaga ahli internasional, mengembangkan tenaga kerja Thailand, dan meningkatkan kualitas bisnis di Thailand, sehingga memperkuat kesiapan negara tersebut dalam bertransisi menuju ekonomi baru yang didorong oleh teknologi dan inovasi.






