Jumlah Hotspot di Sumsel Meningkat, Kapolda Himbau Masyarakat Waspada Karhutla

banner 468x60

PALEMBANG,oborsumatra.com,

Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM melalui Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol.Drs Supriadi.MM.Rabu 16/06/2021, mewanti-wanti tak lama lagi wilayah provinsi Sumsel dan sekitarnya akan memasuki musim kemarau yang biasanya ditandai adanya kebakaran hutan dan lahan. Guna menghadapi hal itu perlu adanya tindakan pencegahan dan penanganan yang serius dan segera dari jajaran Polri khususnya diwilayah hukum Polda Sumatera Selatan. 

Kabid Humas Polda Sumsel  Kombes Pol.Drs Supriadi menyatakan, upayah prepentif dan represif harus digalajkan sebagai bentuk dan tanggung jawab tugas dalam menghadapi karhutla  di provinsi yang memiliki kawasan hutan sekitar 3,5 juta hektare itu.

” Berdasarkan data, ada 10 kabupaten dan kota yang memiliki potensi terjadinya karhutla yakni Kota Palembang, Kabupaten Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Muara Enim, OKU Timur, Lahat, Musirawas dan Kabupaten Musirawas Utara. Untuk menanggulangi  karhutla Polda Sumsel bersiap menggelar perlengkapan kendaraan serta personel Satgas Karhutla sehingga apabila terjadi karhutla petugas bisa bergerak dengan cepat dan sigap”.Ujar Supriadi MM

Lebih lanjut Ia mengatakan, pihaknya juga akan melakukan penyebaran maklumat larangan membakar lahan dan hutan pada musim kemarau, sosialisasi dan mitigasi bahaya kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Polda Sumsel, dengan demikian upayah pencegahan bisa makskmal dilaksanakan. 

“Dalam hal pencegahan dan penanggulangan karhutla kita bersinergi dengan BPBD Provinsi, Kabupaten/Kota, Babinsa dan Masyarakat Peduli Api di masing-masing wilayah. Maka langkah pencegahan dapat maksimal dengan harapan sumsel terminimalisir dari bencana karhutla yang berdampak kabut asap yang bisa mengganggu aktifitas serta kesehatan masyarakat “. Jelasnya. 
 Selain itu disampaikan oleh Kepala BPBD Sumsel melalui Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Ansori . Bahwa Jumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Provinsi Sumatera Selatan mulai meningkat seiring berakhirnya musim hujan sehingga masyarakat diminta mewaspadai kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan Data Dinas Kehutanan Sumsel dari pantauan satelit LAPAN, Kamis, mencatat jumlah hotspot sejak 1 Januari hingga 27 Mei 2021 mencapai 333 titik di seluruh kabupaten/kota, kecuali Kota Lubuklinggau dan Palembang. 
” Jumlah hotspot pada periode 1-27 Mei 2021 mencapai 134 titik, lebih tinggi dibanding periode April sebanyak 122 titik, Maret 2021 (49 titik), Februari 2021 (17 titik), dan Januari 2021 (11 titik).Kabupaten OKI Paling banyak ditemukan hotspot, yakni 76 titik, disusul Musi Banyuasin (43 titik), Lahat (42 titik), Banyuasin (38 titik), PALI (37 titik), Musi Rawas (25 titik), dan Ogan Ilir (17 titik).dari data ini Memang ada peningkatan sedikit, meski terbilang masih aman, harus tetap diwaspadai ” kata Ansori

Seperti kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada selasa malam (15/06/) kemarin lahan seluas dua hektare di sisi Jalan Tol Palembang-Indralaya (Palindra) KM 15 Desa Sri Banding sempat terbakar, namun berhasil ditanggulangi secara gotong royong berbagai pihak. 

” meski kebakaran hutan semak belukar di Desa Sri banding kemarin berlangsung selama lima jam berhasil dipadamkan tim gabungan TRC BPBD Ogan Ilir, manggala agni, Polres Ogan Ilir dan masyarakat peduli api. Personel satgas diminta bersiaga dan masyarakat diminta waspada dengan kondisi cuaca kering yang mulai melanda sebagian wilayah Sumsel seiring masuknya musim kemarau “.tandas Ansori. (*Theo*).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *