Palembang, Obornusantara.com
SKK Migas bekerja sama dengan KKKS Medco E&P Indonesia dan Sele Raya Merangin Dua (SRMD) menyelenggarakan pendidikan dasar bela negara Angkatan IV Tahun 2026 untuk menanamkan wawasan kebangsaan dan meningkatkan kecintaan pada Pancasila serta Tanah Air.
Kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi usaha hulu migas bagi siswa SMA/SMK di wilayah kerja perusahaan.
Diksar berlangsung pada 22–26 Juni 2026 di Batalyon Arhanud 12/SBP dan diikuti 35 siswa dari 34 SMA/SMK negeri di Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Lahat, Muara Enim, dan PALI.
Program diharapkan menjadi langkah awal memberi pemahaman dasar tentang hulu migas kepada sekolah-sekolah sekitar area operasi.
Acara dibuka oleh Komandan Batalyon Arhanud 12/SBP Letkol Arh Dhian dan ditutup oleh Manager Field Relation & Community Enhancement Medco E&P Indonesia Hirmawan Eko Prabowo.
Hadir pula perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Departemen Formalitas & Komunikasi SKK Migas Sumbagsel Safei, serta perwakilan Sele Raya Merangin Dua (SRMD).
Letkol Arh Dhian menyampaikan apresiasi atas kepercayaan SKK Migas dan KKKS kepada Batalyon Arhanud 12/SBP.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara TNI dan industri hulu migas nyata-nyata membantu membentuk sumber daya manusia berkarakter, berdisiplin, dan bersemangat bela negara.
Bela negara tidak sekadar kemampuan fisik, melainkan juga pembentukan karakter, integritas, semangat persatuan, serta tanggung jawab berbangsa,” kata dia.
Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Sumatera Selatan Mitrisno SPd MPd menyambut baik pelaksanaan diksar ini sebagai upaya penguatan karakter, disiplin, tanggung jawab, dan kecintaan pada negara bagi peserta didik.
“Pelaksanaan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan sesuai peraturan yang berlaku, serta menyatakan dukungan dinas terhadap program pembinaan karakter yang berdampak positif pada mutu pendidikan,” kata dia.
SKK Migas, Medco E&P, dan SRMD menekankan peran strategis industri hulu migas dalam menjaga ketahanan energi nasional dan mendorong perekonomian. Karena itu, aspek keamanan, kedisiplinan, ketangguhan, dan cinta tanah air menjadi modal penting bagi insan yang bekerja di sektor ini.
Safei memberi apresiasi kepada semua pihak yang mendukung pelaksanaan diksar dan berharap peserta tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki mental kuat, integritas, dan nasionalisme tinggi.
Peserta terpilih dari 34 sekolah akan berperan sebagai kader pembinaan di sekolah masing-masing, menyebarkan semangat bela negara, kepedulian sosial, dan edukasi tentang hulu migas kepada teman-teman sekelas.
Hirmawan Eko Prabowo menegaskan harapannya agar penanaman cinta tanah air ini sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kegiatan hulu migas sebagai objek vital nasional dan aset negara. (LTS)







